Kemendikdasmen Alokasikan Beasiswa S1 untuk 150.000 Guru pada 2026


Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Kemendikdasmen Alokasikan Beasiswa S1 untuk 150.000 Guru pada 2026 Sebagai berikut:

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan program beasiswa pendidikan sarjana (S1) bagi 150.000 guru yang belum berkualifikasi akademik minimal D4 atau S1 pada tahun 2026.

“Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga pendidik, khususnya guru PAUD, SD, dan SMP,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti usai peresmian SD Negeri 2 Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Sabtu.

Ia mengatakan jumlah alokasi beasiswa tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu dialokasikan untuk 12.500 guru yang belum bergelar sarjana, maka tahun ini kami siapkan untuk 150.000 guru,” ujarnya.

Baca Juga:   UQ Science International Postgraduate Scholarships, University of Queensland, Australia

Ia menjelaskan beasiswa tersebut menggunakan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), di mana pengalaman mengajar guru diakui sebagai satuan kredit semester (SKS). Dengan skema ini, guru tidak perlu menempuh pendidikan S1 selama empat hingga lima tahun seperti jalur reguler.

“Melalui RPL, pengalaman mengajar dihitung dan diakui oleh perguruan tinggi, sehingga kuliah S1 bisa diselesaikan sekitar satu tahun. Istilahnya kuliah ‘jamak qashar’, biasanya empat sampai lima tahun, ini cukup satu tahun,” ujarnya.

Sementara beasiswa yang diberikan sebesar Rp3 juta per semester yang langsung ditransfer ke perguruan tinggi penyelenggara yang ditunjuk pemerintah.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1, para guru dapat melanjutkan ke Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk memperoleh sertifikasi pendidik. Dengan sertifikasi tersebut, guru berhak menerima tunjangan profesi, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.

Baca Juga:   Graduate Scholarship in Archaeology, St Cross College, University of Oxford, UK

“Kalau sudah S1, bisa ikut PPG, lalu sertifikasi, dan nantinya berhak menerima tunjangan profesi guru. Ini bukan hanya soal syarat formal, tetapi juga peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Abdul Mu’ti menegaskan peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia unggul, karena pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud jika ditopang oleh sarana prasarana yang memadai serta guru yang kompeten.

“Kita berkomitmen membangun generasi SDM unggul. Kuncinya pendidikan, dan pendidikan berkualitas kuncinya adalah guru yang berkualitas serta lingkungan belajar yang mendukung,” ujarnya.

Selain program beasiswa guru, Kemendikdasmen juga menyiapkan kebijakan penguatan pembelajaran. Mulai 2027, mata pelajaran Bahasa Inggris direncanakan wajib diajarkan mulai kelas 3 SD. Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah akan memberikan pelatihan bagi guru-guru Bahasa Inggris SD mulai tahun ini.

Baca Juga:   Beasiswa Sampoerna Foundation dan Pemkab Gowa: Wujud Nyata Kepedulian Dunia Pendidikan

Kebijakan tersebut dilatarbelakangi hasil evaluasi capaian belajar siswa. Pada 2025, nilai rata-rata nasional matematika berada di kisaran 35, sementara nilai rata-rata Bahasa Inggris wajib tingkat nasional tercatat sekitar 29.

“Oleh karena itu, selain perbaikan kurikulum, kami juga menyiapkan pelatihan guru dan peningkatan kualitas pembelajaran agar ke depan hasilnya lebih baik,” ujarnya.

Demikian kami sampaikan informasi Kemendikdasmen Alokasikan Beasiswa S1 untuk 150.000 Guru pada 2026  semoga bermanfaat.


Web Populer: Biaya | Info Kerja | Polling | Berita | Lowongan Kerja

Bikin Polling di PollingKita.com, Informasi Lowongan Kerja di www.InfoKerja.net, Informasi Biaya di www.Biaya.info