Site icon Pusat Informasi Beasiswa

Program Beasiswa Afirmasi NTT Jadi Langkah Percepat Peningkatan SDM Bergelar Doktor

Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Program Beasiswa Afirmasi NTT Jadi Langkah Percepat Peningkatan SDM Bergelar Doktor Sebagai berikut:

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka beasiswa jalur afirmasi khusus bagi dosen di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil sebagai upaya percepatan peningkatan kualifikasi akademik, mengingat masih minimnya tenaga pengajar bergelar doktor (S-3) di provinsi tersebut.

Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Sri Suning Kusumawardani, menyatakan kementeriannya telah menyiapkan berbagai skema beasiswa serta pendampingan intensif bagi dosen di daerah afirmasi dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Melalui program talent scouting dan pra-doktoral, para dosen akan dibantu mencari mentor dan menyusun rencana riset sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik untuk melanjutkan studi doktoral di perguruan tinggi terbaik,” kata Sri Suning dalam sosialisasi di Kupang, Jumat, 19 Juni.

Berdasarkan data terkini, dari sekitar 3.000 dosen aktif yang mengajar di NTT, baru sekitar 1.000 orang atau sepertiga di antaranya yang telah mengantongi gelar doktor.

Guna mempercepat peningkatan kualitas SDM tersebut, Kemdiktisaintek meluncurkan sejumlah program non-gelar pendukung. Di antaranya adalah pra-doktoral daerah afirmasi, talent scouting, bridging program, serta Program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris (PKBI).

Pelaksanaan program-program persiapan ini menggunakan skema pembelajaran hibrid (hybrid learning) dengan melibatkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bereputasi riset kuat, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

“Kami ingin memastikan dosen tetap bisa menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sambil mempersiapkan diri untuk studi lanjut,” ujar Sri Suning, seraya menambahkan bahwa format hibrid dipilih agar dosen tidak kehilangan hak-hak akademiknya seperti sertifikasi dosen dan tunjangan profesi.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV NTT, Adrianus Amheka, menilai rendahnya proporsi dosen bergelar doktor selama ini menjadi ganjalan besar bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi di NTT.

“Fakta bahwa baru sepertiga dosen di NTT yang berkualifikasi doktor merupakan kondisi yang harus segera direspons bersama. Pengembangan kualifikasi akademik melalui jalur beasiswa menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi di NTT,” ungkap Adrianus secara daring.

Ia meyakini peningkatan jumlah doktor akan berdampak linier pada penguatan kualitas pembelajaran, kapasitas penelitian, serta memperbesar peluang raihan hibah riset nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Kemdiktisaintek juga memberikan peringatan keras kepada para dosen agar tetap menjaga integritas akademik. Dosen diminta menjauhi praktik tidak etis demi meraih gelar atau angka kredit, seperti menerbitkan karya ilmiah di jurnal predator atau menempuh cara-cara instan yang melanggar kaidah ilmiah.

Demikian kami sampaikan informasi Program Beasiswa Afirmasi NTT Jadi Langkah Percepat Peningkatan SDM Bergelar Doktor semoga bermanfaat.


Web Populer: Biaya | Info Kerja | Polling | Berita | Lowongan Kerja

Exit mobile version